Kelapa Dua dan Sepenggal Cerita (1)
Petang itu, aku datang seorang diri ke salah satu coffee shop dikawasan Kelapa Dua, Depok. Kebetulan juga aku usai pulang dari toko buku untuk mencari salah satu buku mata kuliah. Sengaja aku mampir sejenak untuk menghilangkan penat. Ohiya, biasanya aku ditemani oleh salah satu atau beberapa temanku. Namun, mereka sedang sibuk dan rencanaku memang ingin me time saja. Saat aku masuk, langsung ku pesan cappucino favoritku. Salah seorang Barista melayani pesananku.
"Baik satu cappucino ice dengan less sugar dan roti bakar ovomaltine ya. Apa ada tambahan, Kak?" Ujarnya
"Ngga, itu dulu aja mas" Balasku
" Jadi 33 ribu, Kak"
Ku keluarkan kartu bank untuk melakukan pembayaran debit.
"Untuk minuman ditunggu ya, Kak. Kalau makanan nanti diantar"
"Sip"
Tak lama kemudian minumannya sudah jadi, lalu ku bergegas ke rooftop dari coffee shop tersebut.
"Terima kasih, Mas"
"Sama-sama, Kak"
Sesampainya dirooftop, ku keluarkan novel yang sekalian ku beli saat tadi di toko buku. Memang niatku hanya membeli buku kuliah, tapi malah khilaf sekalian haha beli buku fiksi. Pada akhirnya, ku buka salah satu novel karya Boy Candra. Saat baca novel lah aku ditemani minuman favoritku. Nah, saat sedang asyik membaca beberapa halaman, makananku datang.
"Mas, password wifinya apa ya hehe" tanya ku sambil menutup novel tersebut, berhubung password wifinya tidak ada distruck pembelian haha.
"Kopsus Aren 123, Kak"
"Terima kasih, Mas"
Namun, anehnya Mas Barista bukannya menjawab justru memperhatikan novel yang sedang ku pegang.
"Suka karya Boy Candra juga?" Tanyanya
"Hmm, lumayan. Kalo dibilang suka sih bisa, cuman random aja sih kadang kalo beli buku fiksi. Masnya juga suka baca-baca fiksi gini?" Ujarku.
"Wuihhh, mantap juga ya lu. Ga sih kalo gua prefer ke bacaan yang sejarah gitu. Cuman ya suka lah dikit-dikit fiksi kayak gini. Btw, jangan panggil gua Mas kayaknya kita seumuran. Nama gua Ardhi" Ucap Mas Barista sembari mengulurkan tangan untuk berkenalan.
"Gua Aleena, biasa dipanggil Lena. Lebih keren lu justru suka bacaan yang lumayan berat hehe, oke deh Ardhi. " Jawab gua santai.
"Oke, salam kenal Lena. Gua lanjut ke bawah dulu yaa ngelayanin pesenan, cukup rame kan soalnya haha. Ntar kalo kosongan, gua kesini lagi. Bye."
"Salam kenal jugaa, wokeh deh Ar. Semangat haha. Bye."
Beberapa halaman ku buka dan baca dengan cappucino serta rotbak yang ku pesan tadi. Ohiya, suasana cafe ini sangat nyaman, dengan wallpaper bertemakan coklat susu dan putih terkesan manis, ditambah hiasan dinding yang memiliki kesan aestetic, untuk foto gitu sih instagramable banget. Saat ku tak sengaja melihat suasana cafe ini, mas Barista tadi datang lagi, ya maksudnya Ardhi.
"Woi, bengong aja," sapanya
"Siapa yang bengong, gua cuman liat-liat suasana cafe ini nyaman juga yaaa" ujarku
"Iya dongg, sapa dulu Barista nya haha" balasnya
"Dihh, apa hubungannya malih ckckck"
"Ehiya sih, gaada hubungan kayak gua sama dia"
"Dianya siapa? wkwk sadboy juga lu"
"Dikit haha. Btw lu ada instagram?"
"Modus buaya ada aja, kalo sadboy mah sadboy aja kali mas eh Ardhi haha" kataku meledek
"Mana ada buaya, kan cuman mau bertemen. Salah ya?"
"Yaelah, becanda doang wkwk. ada nih gua instagram usernamenya sini hp lu"
Ardhi menyodorkan handphonenya, lalu aku ketik username instagram dan follow
"Nih yaa mas baristaaaa .... " ucapku meledek
"Okee, tencu Ale"
"Ale, ale.. lu pikir gua minuman. Lena."
"Iyaa, Lenaa"
"Eh udah jam segini, gua balik dulu yaa"
"Hmm, gamau lamaan"
"Ada tugas gua, besok deadline huaa. Bye, Ar"
"Yauda okee, tiati ya. Mau anterin tadinya, tapi masi shift haha. Maybe, kapan-kapan yaa"
"Okee, Ar"
"Baik satu cappucino ice dengan less sugar dan roti bakar ovomaltine ya. Apa ada tambahan, Kak?" Ujarnya
"Ngga, itu dulu aja mas" Balasku
" Jadi 33 ribu, Kak"
Ku keluarkan kartu bank untuk melakukan pembayaran debit.
"Untuk minuman ditunggu ya, Kak. Kalau makanan nanti diantar"
"Sip"
Tak lama kemudian minumannya sudah jadi, lalu ku bergegas ke rooftop dari coffee shop tersebut.
"Terima kasih, Mas"
"Sama-sama, Kak"
Sesampainya dirooftop, ku keluarkan novel yang sekalian ku beli saat tadi di toko buku. Memang niatku hanya membeli buku kuliah, tapi malah khilaf sekalian haha beli buku fiksi. Pada akhirnya, ku buka salah satu novel karya Boy Candra. Saat baca novel lah aku ditemani minuman favoritku. Nah, saat sedang asyik membaca beberapa halaman, makananku datang.
"Mas, password wifinya apa ya hehe" tanya ku sambil menutup novel tersebut, berhubung password wifinya tidak ada distruck pembelian haha.
"Kopsus Aren 123, Kak"
"Terima kasih, Mas"
Namun, anehnya Mas Barista bukannya menjawab justru memperhatikan novel yang sedang ku pegang.
"Suka karya Boy Candra juga?" Tanyanya
"Hmm, lumayan. Kalo dibilang suka sih bisa, cuman random aja sih kadang kalo beli buku fiksi. Masnya juga suka baca-baca fiksi gini?" Ujarku.
"Wuihhh, mantap juga ya lu. Ga sih kalo gua prefer ke bacaan yang sejarah gitu. Cuman ya suka lah dikit-dikit fiksi kayak gini. Btw, jangan panggil gua Mas kayaknya kita seumuran. Nama gua Ardhi" Ucap Mas Barista sembari mengulurkan tangan untuk berkenalan.
"Gua Aleena, biasa dipanggil Lena. Lebih keren lu justru suka bacaan yang lumayan berat hehe, oke deh Ardhi. " Jawab gua santai.
"Oke, salam kenal Lena. Gua lanjut ke bawah dulu yaa ngelayanin pesenan, cukup rame kan soalnya haha. Ntar kalo kosongan, gua kesini lagi. Bye."
"Salam kenal jugaa, wokeh deh Ar. Semangat haha. Bye."
Beberapa halaman ku buka dan baca dengan cappucino serta rotbak yang ku pesan tadi. Ohiya, suasana cafe ini sangat nyaman, dengan wallpaper bertemakan coklat susu dan putih terkesan manis, ditambah hiasan dinding yang memiliki kesan aestetic, untuk foto gitu sih instagramable banget. Saat ku tak sengaja melihat suasana cafe ini, mas Barista tadi datang lagi, ya maksudnya Ardhi.
"Woi, bengong aja," sapanya
"Siapa yang bengong, gua cuman liat-liat suasana cafe ini nyaman juga yaaa" ujarku
"Iya dongg, sapa dulu Barista nya haha" balasnya
"Dihh, apa hubungannya malih ckckck"
"Ehiya sih, gaada hubungan kayak gua sama dia"
"Dianya siapa? wkwk sadboy juga lu"
"Dikit haha. Btw lu ada instagram?"
"Modus buaya ada aja, kalo sadboy mah sadboy aja kali mas eh Ardhi haha" kataku meledek
"Mana ada buaya, kan cuman mau bertemen. Salah ya?"
"Yaelah, becanda doang wkwk. ada nih gua instagram usernamenya sini hp lu"
Ardhi menyodorkan handphonenya, lalu aku ketik username instagram dan follow
"Nih yaa mas baristaaaa .... " ucapku meledek
"Okee, tencu Ale"
"Ale, ale.. lu pikir gua minuman. Lena."
"Iyaa, Lenaa"
"Eh udah jam segini, gua balik dulu yaa"
"Hmm, gamau lamaan"
"Ada tugas gua, besok deadline huaa. Bye, Ar"
"Yauda okee, tiati ya. Mau anterin tadinya, tapi masi shift haha. Maybe, kapan-kapan yaa"
"Okee, Ar"
......Bersambung.......

Komentar
Posting Komentar