April: Hari Setelah Kamu Pergi

Hei, apa kabar?


Aku harap kamu baik-baik saja, karena di sini aku (berusaha) baik-baik juga. Kamu tahu, ada banyak hal setelah kamu memilih pergi. Namun, makin banyak juga luka setelah kita berpisah. Aku tak tahu caranya untuk memulai kisah baru, aku tak tahu caranya memulai obrolan dengan seseorang yang baru, bahkan aku tak tahu cara melupakanmu. Entah aku yang tak tahu, atau aku yang tak mau.

Yang pasti, setelah hari perpisahan itu, aku belum benar-benar menjalani hidup dengan baik, karena aku hanya terlihat (seolah) baik. Mungkin, kamu sudah muak dengan kata-kataku, bahwa aku masih menanti sosokmu. Yang harus kamu tahu, aku selalu ada, jika kamu butuh dalam segala suasana. Jadi, jangan sungkan untuk menghubungiku, ya. Aku sayang kamu dengan apa yang ada dalam dirimu.

Tapi, satu hal yang kusadari, bahwa rasa yang telah lalu, sulit untuk diperbaiki atau diulangi. Singkatnya, aku belum benar-benar melupakanmu seutuhnya, melainkan melupakanmu sekedarnya. Maaf, jika terkesan berlebihan. Setidaknya, apa-apa yang ada dalam pikiran dan hatiku tersampaikan, meski hanya lewat untaian kata yang mungkin sia-sia. Terima kasih, ya. Pernah menjadi sosok yang saling mendukung dan sosok yang selalu ada (dulu). Sampai jumpa.

Tertanda,


Gadis Masa Lalu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Permasalahan dan Keresahan

Pertemuan Tak Disengaja

Quarter Life Crisis - Gua Bingung Harus Apa dan Gimana?