Pertemuan Tak Disengaja




Pada sore hari yang cerah aku pergi ke satu tempat yang dulu menjadi tempat spesial bagiku, karena di sana terdapat hal-hal indah yang pernah kurasakan bersama seseorang spesial, sebut saja ia mantan kekasihku. Aku sengaja memang berkunjung ke cafe itu, hitung-hitung aku sekalian mencari ide segar untuk mengerjakan deadline tugas kuliah yang sudah di depan mata. Tentunya, aku kesana bersama seorang teman dekat yang memang niatnya kami mengerjakan tugas bersama. Tak menunggu lama, pesananku datang, segelas es cappucino dan mie goreng chicken katsu level 4, juga pesanan temanku. Lanjut, kami pun terus berkutat dengan tugas yang deadline nya tepat esok hari. Cukup lama aku dan temanku di sana, menghabiskan waktu sampai tidak sadar bahwa hari sudah tengah malam, ya waktu menujukkan pukul 22.15 WIB. Tugas-tugas kami pun sudah hampir selesai, tinggal lanjut esok hari di rumah, haha kami memang mahasiswa yang sering mepet deadline. 

Seusai itu, aku rapih-rapih untuk bersiap pulang, aku dan temanku pun berpisah, karena arah rumah kami yang berbeda. Saat aku sedang mengendarai motor menuju rumah, tak sengaja kulihat "dia" tepat berada di depan motorku, selang satu motor. Kukira penglihatan ku yang salah, ternyata saat aku lihat lebih jelas, memang benar "dia". Dia yang tadi kusebut sosok yang spesial di cafe aku mengerjakan tugas hari ini. Tanpa sapa, aku terus mengendarai motor dan sempat menyalip motornya, kurasa dia tahu bahwa orang yang menyalipnya adalah aku. Dia pun sempat memanggil, "Ta, ta," ucapnya dengan suara yang sedikit samar karena suara angin, kusengaja turunkan kecepatan dan minggir sejenak, karena ia memberi kode untuk ku minggir sebentar. "Iya," jawabku telat, "Abis darimana? malem gini kok masih kluyuran," ujarnya. "Abis ngerjain tugas, aku gabisa lama-lama, takut dicariin mama," jawabku. "Yaudah, tapi aku ikutin kamu dari belakang, ya, bahaya cewe pulang malem gini," ucapnya dengan nada khawatir. Aku berpikir sejenak, tapi ini kesempatanku, karena berbulan-bulan lalu aku minta pada Tuhan agar bertemu dengannya dengan cara apapun, "Ehh, kok bengong?" ucap dia sambil tepuk tangan yang menyadarkanku dari lamunan. 

"Oke, boleh. Tapi apa aku ga merepotkanmu? Apalagi jika pacar barumu tahu," jawabku santai dengan nada bercanda, "Apaan, sih kayak sama siapa aja. Lagian kamu sotau, aku belum punya pacar lagi, wlee," jawabnya meledek. Walaupun jawabannya singkat, namun entah mengapa justru membuat perasaan yang sudah tersekat ini, terasa kembali dekat.

Kemudian, dia pun benar-benar mengikutiku sampai depan rumah, karena kekhawatirannya. Padahal, pulang malam bagiku sudah biasa, dia saja yang terlalu lebay. Sesampainya di rumah ku ucapkan terima kasih padanya, "Iya, sama-sama, cantik!" balasnya dengan nada lembut yang membuat perasaanku makin terhanyut. Aduh, sadar, Ta, kalo dia cuman mantan dan ga lebih dari temen sekarang. Bodoh. "Iya udah, hati-hati, Dii," balasku sembari melambaikan tangan, "Siap, Tata! Nanti kukabari lagi, ya kalo aku udah di rumah," ujarnya. Aku hanya membalas dengan tangan mengangkat jempol yang mengartikan "oke". Terima kasih, semesta mengabulkan keinginanku, bertemu dengannya tanpa sengaja walau hanya sekejap mata.

Komentar

  1. Kadang emang ada aja momen tak terduga yg trnyata mengabulkan doa kita yg dulu.

    Semoga kita bisa dpt momen2 kyk gitu. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, kak. aamiin, semoga ya, kak hehe😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Permasalahan dan Keresahan

Quarter Life Crisis - Gua Bingung Harus Apa dan Gimana?