Diary Tifa - Kisah Yang Singkat


Hi, 

Kenalin nama gua Tifa Aprilia, biasa dipanggil Tifa. Jadi, gua pengen berbagi cerita tentang hal yang pernah gua alamin ditahun 2020 lalu dan ini pure kisah gua sendiri, dan mungkin pernah ada yang mengalaminya. Oke, mulai darimana ya? hehe. Hmm, gimana sih rasanya saat lu udah benar-benar gamau buka hati dengan seseorang karena pengalaman masa lalu yang menyakitkan? Tapi ada orang yang tanpa sengaja dikirim sama semesta buat menyembuhkan luka masa lalu.

Tepatnya pertengahan tahun 2020 gua kenal sama seseorang dari dunia maya, yang ternyata adalah teman satu kampus dan satu angkatan dengan gua, tapi kita beda jurusan. Awalnya, pekenalan gua sama dia layaknya pekenalan biasa didunia maya, sampai pada akhirnya dia ngajak gua buat ketemu dan dijemput ke cafe tempat gua kerja saat itu. Ya, gua sempet ambil parttime job sebagai Barista disalah satu coffee shop dikawasan Jakarta Timur. Dan bertemulah sama dia untuk pertemuan pertama, gua pikir agak sedikit canggung karena belum terlalu kenal, tapi ternyata dugaan gua salah, dia orang yang asik dan friendly serta obrolannya luas. Jujur, buat tipe orang kayak gua yang sedikit pendiam saat bertemu orang baru justru malah asik dan nyambung ngobrol sama dia. Ya, walaupun gua kadang hah hoh hah hoh pas dimotor karena suara angin dan helm haha. Skip. Untuk pertemuan pertama, dia ngajak gua buat makan disalah satu tempat bakso, ya gua ga nolak. Karna, pulang kerja laper juga kan. Dan setelah dari sana, dia anter gua sampai depan rumah. Oke, hari itu adalah hari pertama bertemu dengan laki-laki yang emang asik buat gua. Setelah pertemuan pertama itu, dia masih suka ngajak gua main atau nawarin anter jemput kerja sesekali. Sampai, pada akhirnya setelah beberapa pertemuan, gua menjauh karena salah satu alasan yang buat gua males sama dia, kayak yang terlalu posesif dan lainnya.

Disisi lain, saat gua menjauh hati gua gabisa bohong, bahwa gua tertarik sama dia. Karena, gua mikir kebaikan-kebaikan yang dia kasih ke gua sebelum jauh kayak gini. Dia sempet bantu gua buat tugas kuliah, dia juga relain waktu buat jemput gua dan hal lainnya yang bikin gua sampai luluh dan mencoba dekat kembali. Saat posisi menjauh, dia sempet menghubungi gua buat nawarin main ke rumahnya karena ya mamanya nanyain gua katanya, tapi gua gatau itu bener apa ngga sih hehe. Iya, walaupun gua belum ada hubungan sama dia, dia sempet kenalin gua ke keluarganya. Gua ngerasa juga kok keluarganya baik, sama seperti dia. Sampai suatu hari gua deket dan intens lagi sama dia, karena diusahain dan diperjuangin kayak gini belum pernah gua rasain sebelumnya. Itulah, salah satu sebab gua mencoba dekat dan intens ke dia lagi. Selama gua dekat dan kenal sama dia, dia adalah pribadi yang menyenangkan, yang selalu tetrawa walaupun punya luka, yang selalu berusaha ada buat temen-temennya. 

Setelah beberapa minggu kedekatan kami membaik dan intens, dia menyatakan perasaannya saat perjalanan pulang nganter gua. Hmm, sebelumnya dichat emang dia udah beberapa kali bilang bahwa dia sayang dan suka gua secara tersirat, tapi sayangnya ga pernah gua gubris. Dan pada akhirnya, diatas motor malam itu perjalanan pulang anter gua, gua menerima dia. Ya, kalo kata anak sekarang sih resmi ada ikatan kali ya haha. Hubungan itu berjalan dengan baik dan mulus pada awalnya, mengirim teks pesan seperti pasangan pada umumnya, makan bareng dan main ke rumahnya. Bahkan tanpa gua sadari rasa gua semakin dalam. Ohiya, dia juga sosok lelaki yang thau cara apresiasi apapun yang gua lakuin buat dia. cara perlakuan dia ke gua bener-bener lembut. Sampai gua mikir "semesta cuman sementara kasih ini semua, percaya aja". Dan karena gua mikir hal itu, waktu gua sama dia, bener-bener gua habisin secara maksimal dan sebahagia mungkin karena semua SEMENTARA. Dia lelaki yang kalau marah itu ga memaki ataupun berkata kasar, dia lebih memilih diam saat marah. Mungkin itu hal lain alasan gua sayang dia. hari-hari terus berjalan, semua masih normal dan bahagia walaupun sesekali ada perdebatan biasa. Dan sama dia, gua juga bisa buat deep talk. sama dia apapun dalam diri gua ga pernah fake, dari hal random, bercandaan, sampai topik yang serius. Semua berjalan sesuai ekspektasi awalnya.

Tapi, gua udah tebak akhir dari bahwa semua ini. Bahwa kebahagiaan gua sama dia hanya sementara  bahkan rasa sayang aja juga ga menjamin dia bakal terus bertahan sama gua. Tentang dia, dia itu orang yang selalu nenangin gua dengan cara dia yang beda dengan yang lain, dia selalu jadi tempat gua cerita bahkan berkeluh kesah tentang kehidupan gua, tentang masalah-masalah gua. Dia berhasil jadi rumah kedua, dia berhasil jadi penawar luka lama, tapi dia juga berhasil menggores luka yang lebih menganga dari sebelumnya. Dan ending dari cerita ini dia memilih buat menyudahi semua kisah itu, kisah yang terlalu singkat tapi melekat. Kisah yang indah tapi harus sudah. Kisah yang masih inginku jalani tapi dipaksa untuk diakhiri. Gapapa, semua hal berjalan karena sebuah alasan, kan? Lagipula gak semua hal harus berjalan sesuai rencana kita, kadang rencana semesta lebih indah daripada rencana yang kita rancang dan ekspektasikan. 

Kisah gua dan dia berakhir dengan baik-baik saja. Walaupun, kata orang tidak ada perpisahan yang baik-baik saja. Hanya ingin bilang, bahwa gua gak pernah nyesel ketemu dia, gak pernah nyalahin waktu apalagi keadaan buat kenal dan dekat bahkan saling membagi rasa kasih dengannya. Terima kasih ya, sudah hadir walaupun hanya mampir. Gua percaya, bahwa takdir dan semesta tak pernah tidur atas segala hal, baik-baik disana ya lelaki baik. tetep jadi dirimu, jangan berubah.

Tertanda,


Tifa Aprilia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Permasalahan dan Keresahan

Pertemuan Tak Disengaja

Quarter Life Crisis - Gua Bingung Harus Apa dan Gimana?