Diary Tifa - Tempat Yang Sama, Di Waktu Yang Berbeda
Kalian pernah merasa datang ke suatu tempat yang punya memori tersendiri gak? Atau kalian sering melewati tempat-tempat yang mungkin dulunya sangat terlihat indah ketika sedang berbagi tawa dengan seseorang yang kita cinta?
Jika, iya, bolehkah gue Tifa bercerita tentang persoalan tersebut. Ya, cerita ini bersumber dari pengalaman seorang temen gue, sebut saja Zahwa. Zahwa pernah cerita ke gue saat di mana ia melewati suatu tempat yang pernah menjadi tempat spesial dengan seseorang di masa lalunya. Dia gak banyak cerita soal seseorang yang pernah ada di masa lalunya, tapi ia lebih menceritakan tentang kenangan yang ada di tempat-tempat ia sering lewati semasa pulang kerja.
Well, menurut gue pribadi, gue akuin bahwa tempat-tempat yang pernah mengukir tawa lu dengan orang spesial di masa lalu, pasti punya ingatan tersendiri dalam otak lu. Apalagi, jika orang itu adalah seseorang yang udah lu kenal lama, lu saling tau baik buruknya, rencana hidupnya, kelebihan dan kekurangannya. Kita gak bisa mengelak, bahwa kita pernah berpijak bersama, sebelum akhirnya meninggalkan jejak tanpa aba-aba.
Ketika semua ingatan itu muncul, yang bisa lu lakuin cuman "yaudah," "ohh, okay," "gapapa, sih," Jika teringat saat melewati tempat-tempat yang punya kenangan tersendiri, ya cukup menghela nafas dan sadar bahwa hidup tetap berjalan ke depan.
Semanis apapun cerita di masa lalu, itu hanyalah bukti perjalanan bahwa kita pernah merajut mimpi dan asa bersama. Kini, saat sudah tak bersama, kita harus tetap melangkah dan mencapai mimpi-mimpi yang kita rencanakan dengan jalan yang berbeda.
Mungkin, di sudut suatu tempat hari ini, ada dua insan yang sedang kasmaran. Namun, di sudut tempat yang sama hari ini, ada juga yang putus harapan. Tiap sudut tempat yang seringkali kita lewati, biarlah menjadi saksi dua insan pernah saling mencintai. Tiap sudut tempat yang punya cerita, biarlah melebur asa yang sempat ada. Bahagia selalu, ya.
Komentar
Posting Komentar