Postingan

Diary Tifa - Tempat Yang Sama, Di Waktu Yang Berbeda

Gambar
Kalian pernah merasa datang ke suatu tempat yang punya memori tersendiri gak? Atau kalian sering melewati tempat-tempat yang mungkin dulunya sangat terlihat indah ketika sedang berbagi tawa dengan seseorang yang kita cinta? Jika, iya, bolehkah gue Tifa bercerita tentang persoalan tersebut. Ya, cerita ini bersumber dari pengalaman seorang temen gue, sebut saja Zahwa. Zahwa pernah cerita ke gue saat di mana ia melewati suatu tempat yang pernah menjadi tempat spesial dengan seseorang di masa lalunya. Dia gak banyak cerita soal seseorang yang pernah ada di masa lalunya, tapi ia lebih menceritakan tentang kenangan yang ada di tempat-tempat ia sering lewati semasa pulang kerja. Well , menurut gue pribadi, gue akuin bahwa tempat-tempat yang pernah mengukir tawa lu dengan orang spesial di masa lalu, pasti punya ingatan tersendiri dalam otak lu. Apalagi, jika orang itu adalah seseorang yang udah lu kenal lama, lu saling tau baik buruknya, rencana hidupnya, kelebihan dan kekurangannya. Kita gak ...

Quarter Life Crisis - Gua Bingung Harus Apa dan Gimana?

Gambar
Konon fase beranjak dari remaja menuju dewasa seringkali membuat kita terkadang merasa ga berguna. Selain itu, selalu mencemaskan hal-hal yang belum terjadi di masa mendatang. Nah, kalian pernah ga sih merasa seperti itu? Kalo iya, simak yuk artikel ini. Tahu ga sih fase-fase yang sebagian besar kalian rasakan itu adalah Quarter Life Crisis (QLC). Apa tuh QLC? Quarter Life Crisis dapat diartikan fase seseorang yang sedang mengalami krisis emosional, seperti depresi, frustasi, overthinking akan segala hal, bahkan rasa cemas yang berlebihan dan sulit untuk keluar dari zona tersebut. Beberapa pertanyaan yang seringkali muncul atau melintas dipikiran, seperti: "Gimana ya nasib gua ke depan?" "Apa gua bisa wujudin semua mimpi gua?" "Nanti kira-kira gua bakal nikah ga sih?" "Apa sih target gua di usia sekarang?" "Keknya gua ga punya pencapaian apa-apa deh" Sering ga sih kalian mikir hal-hal seperti itu atau semacamnya, ragu akan mimpi dan me...

Menghitung Hari Menuju 2022

Gambar
Dipenghujung tahun, saya hanya ingin mengeluarkan keresahan yang ada pada diri saya saja. Dan mungkin beberapa hal terjadi pada tahun ini terjadi diluar kendali kita, karena ya mustahil memang jika realita selalu relevan dengan ekspektasi yang kita bayangkan. Singkatnya, jangan pernah berekspektasi lebih pada siapapun, pada apapun. Mungkin, perjalanan tahun ini terasa sangat singkat. Bagaimana tidak, dua belas bulan kita lalui banyak hal baru, cerita baru, bertemu dengan orang baru, pengalaman baru.  Dengan semua kondisi yang 'baru' itu, saya pribadi menjadi sosok yang banyak mengamati hal-hal yang mungkin dulu saya tidak tahu. Namun, ada beberapa hal dalam hidup yang jika saya ingin putar kembali, saya ingin memutuskan sesuatu dengan matang, memutuskan sebuah keputusan yang mungkin berdampak pada keseharian, kehidupan, mimpi dan angan saya dimasa depan.  Ya, tapi nasi sudah menjadi bubur. Kadang, hal yang tidak kita kehendaki, justru terjadi diluar kendali. Sebenarnya, tiap...

Kelapa Dua dan Sepenggal Cerita (2) END

Gambar
  Suatu hari dibulan April, Aku berkunjung lagi ke coffee shop saat aku berkenalan dengan Ardhi. Singkat cerita aku memesan es kopi susu tanpa gula dengan mie pedas level 3. Saat hari itu, aku tidak melihat keberadaan Ardhi lagi. Entah ia sedang libur atau ia pindah tempat kerja, karena Barista yang lain sudah mengenalku juga disini, salah seorang Barista bertanya "Nyari Ardhi, Len?", aku terdiam karena aku tahu rencana Ardhi untuk pindah kota dan otomatis resign dari coffee shop ini. "Ehh... engga, mas yehh. Orang saya mau ngop doang haha" jawabku sambil tertawa santai padahal aku sudah tahu alasan Ardhi sudah tak disini. "Yeh, kaki gitu pengen ngopi bareng sama Barista ganteng. Canda ganteng haha" ujar Barista tersebut sambil bercanda.  Aku bisa mengenal kerabat kerja Ardhi karena memang aku sering mampir ke coffee shop tempat Ardhi jika sedang memiliki waktu luang atau sengaja mengerjakan tugas sesekali bahkan nongkrong dengan beberpa temanku disana. Ak...

Diary Tifa - Kisah Yang Singkat

Gambar
Hi,  Kenalin nama gua Tifa Aprilia, biasa dipanggil Tifa. Jadi, gua pengen berbagi cerita tentang hal yang pernah gua alamin ditahun 2020 lalu dan ini pure kisah gua sendiri, dan mungkin pernah ada yang mengalaminya. Oke, mulai darimana ya? hehe. Hmm, gimana sih rasanya saat lu udah benar-benar gamau buka hati dengan seseorang karena pengalaman masa lalu yang menyakitkan? Tapi ada orang yang tanpa sengaja dikirim sama semesta buat menyembuhkan luka masa lalu. Tepatnya pertengahan tahun 2020 gua kenal sama seseorang dari dunia maya, yang ternyata adalah teman satu kampus dan satu angkatan dengan gua, tapi kita beda jurusan. Awalnya, pekenalan gua sama dia layaknya pekenalan biasa didunia maya, sampai pada akhirnya dia ngajak gua buat ketemu dan dijemput ke cafe tempat gua kerja saat itu. Ya, gua sempet ambil parttime job sebagai Barista disalah satu coffee shop dikawasan Jakarta Timur. Dan bertemulah sama dia untuk pertemuan pertama, gua pikir agak sedikit canggung karena belum te...

Kelapa Dua dan Sepenggal Cerita (1)

Gambar
Petang itu, aku datang seorang diri ke salah satu coffee shop dikawasan Kelapa Dua, Depok. Kebetulan juga aku usai pulang dari toko buku untuk mencari salah satu buku mata kuliah. Sengaja aku mampir sejenak untuk menghilangkan penat. Ohiya, biasanya aku ditemani oleh salah satu atau beberapa temanku. Namun, mereka sedang sibuk dan rencanaku memang ingin me time saja. Saat aku masuk, langsung ku pesan cappucino favoritku. Salah seorang Barista melayani pesananku. "Baik satu cappucino ice dengan less sugar dan roti bakar ovomaltine ya. Apa ada tambahan, Kak?" Ujarnya "Ngga, itu dulu aja mas" Balasku " Jadi 33 ribu, Kak" Ku keluarkan kartu bank untuk melakukan pembayaran debit. "Untuk minuman ditunggu ya, Kak. Kalau makanan nanti diantar" "Sip" Tak lama kemudian minumannya sudah jadi, lalu ku bergegas ke rooftop dari coffee shop tersebut. "Terima kasih, Mas" "Sama-sama, Kak" Sesampainya dirooftop, ku...

Terima kasih, Juli

Gambar
Seorang teman pernah berkata pada ku bahwa, "Kamu gabisa menahan seseorang yang ingin pergi, yang kamu bisa hanya menikmati detik demi detik saat kamu masih bisa menatapnya." Pun aku teringat tentang seorang teman lain yang berkata, "Orang akan datang dan pergi dari hidupmu. Sekalipun orang tersebut adalah orang yang kamu sayang." Ya, ternyata benar saja. Aku sadar, bahwa ada yang datang hanya untuk memberi pengalaman, ada yang menetap karena kenyamanan. Semua tergantung waktu dan takdir semesta. Karena, sejatinya hidup tidak melulu tentang bahagia. Pasti ada luka yang tersembunyi. Ada isak tangis yang menemani malam hari. Sejenak aku butuh jeda, berkutat pada diksi yang terlalu berantakan dikepala. merangkainya dari kata demi kata, hanya untuk meluapkan segala tentangnya dalam goresan pena. Yang bahkan aku tahu bahwa dia takkan pernah membacanya, namun tak apa. Jujur, mendeskripsikan rasa yang sempat ada memang tak semudah yang dikira. Pikiran akan selalu terarah...